Terkena Najis Ketika Shalat

0

Terkena Najis Ketika Shalat

Pertanyaan

Saya dapati bekas madzi di pakaian dalam setelah saya (menuniakan) shalat Subuh, Dzuhur, dan Ashar. Kemudian saya baru mengganti pakaian sebelum shalat Maghrib. Apakah shalat yang telah saya tunaikan batal?

Jawaban

Alhamdulillah was shalatu was salaamu ‘ala Rasulillah

Pertama: Madzi adalah air kental yang biasa keluar ketika hawa nafsu memuncak, ia najis kategori ringan dan membatalkan wudhu, untuk membersihkannya cukup dengan emmbasuh kemaluan dan menyirami kain yang terkena madzi dengan air.

Kedua: Shalat Shubuh, Zhudur dan Ashar anda insyaallah sah dan tidak harus mengulanginya. Hal itu karena dua sebab:

  1. Sesunggunya anda tidak yakin waktu keluarnya madzi. Ada kemungkinan dia keluar setelah shalat Ashar. Jika ada kemungkinan seperti ini, maka asalnya bahwa shalat-shalat yang telah lalu adalah sah. Kaidah ulama dalam masalah ini adalah ketika ada keraguan-raguan setelah selesai eribadah apakah sah atau tidak? Maka keragu-raguan ini tidak perlu dihiraukan, dan mantapkan bahwa asalnya adalah sah, sampai ada keyakinan yang membatalnya.
  2. Sesunggunya orang yang shalat dalam keadaan tidak tahu kalau ada najis atau dia mengetahuinya kemudian lupa, maka shalatnya sah menurut pendapat yang kuat. Imam Nawawi menyandarkan pendapat ini kepada mayoritas ulama dan beliau memilihnya juga. (Al Majmu, III/163)

Dalil (tentang masalah itu) adalah kaidah umum dan agung yang Allah berikan kepda para hamba-Nya, yaitu firman-Nya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya mereka berdoa: “Ya Rabb kami, janganlah engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.” (QS. Al Baqarah: 286)

Orang ini melakukan perkara haram, karena tiak tahu atau lupa. Allah telah menghilangkan hukuman baginya dan tidak tersisa sedikitpun tuntutan baginya.

Ada pula dalil khusus dalam masalah ini, yaitu sesungguhnya Rasulullah pernah shalat dengan memakai kedua sandal yang ada najisnya, lalu jibril memberitahukannya. Dan beliau tidak mengulangi shalatnya dari awal. Jika shalatnya tidak batas dari awal maka tidak batal sisa shalatnya. (As Syarhu Al-Mumti’: II/232). Wallahu ‘alam.

Sumber: Majalah ar risalah edisi 173 hal. 16