Tipu Daya Orang-Orang Kafir

0

TIPU DAYA ORANG-ORANG KAFIR

Oleh : Muhammad Kusnan

Permusuhan antara kekafiran dan keimanan adalah permusuhan yang azali, telah ada sejak adanya manusia, dan itu adalah permusuhan yang berkesinambungan tidak pernah padam meski bergantinya masa dan generasi yang berusaha menghias wajahnya dengan senyuman dengan harapan terjadi perdamaian. Fitrah keduanya bagaikan ujung barat dan ujung timur, tak akan mungkin bisa didamaikan apalagi disatukan, sebab keimanan menyeru hanya beribadah dan berhukum kepada Allah, sedang kekafiran mengajak manusia meninggalkan Allah. Maka jika ada orang yang mengaku beriman kepada Allah kemudian mereka berasyik masyuk penuh cinta dengan orang kafir, sungguh ada penyakit dalam hatinya. Allah ta’ala yang maha mengetahui telah menggambarkan kepada kita hakikat permusuhan tersebut, dan Allah paling tahu akan musuh-musuh keimanan, Firman-Nya :

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِأَعْدَائِكُمْ

Dan Allah lebih mengetahui tentang musuh-musuhmu. Cukuplah Allah menjadi pelindung dan cukuplah Allah menjadi penolong (bagimu). (QS. An Nisa; 45)

Begitu pula dengan kalam-Nya :

إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا

“…Sesungguhnya orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.”(QS. An Nisa : 101)

Permusuhan para kufaar kepada kaum mukminin direalisasikan dengan berbagai macam bentuk kedzoliman baik dengan tipu daya dan makar, bahkan dengan cara kekerasan yang tidak manusiawi. Namun sesungguhnya permusuhan dalam bentuk tipu daya dan makar ini lebih besar bahayanya dibanding kekerasan fisik, sebab orang mukmin akan sangat siap berkorban dengan harta dan nyawanya dan terbuka matanya dengan kedzoliman yang mereka lakukan, sedangkan jika dengan tipu daya dan makar maka akan sangat susah mengidentifikasinya, itulah tipuan yang  dengan lembut mancabut perlahan akar-akar keimanan, dan yang demikian itu sering disebut dengan ghozwul fikri (perang pemikiran). Bahkan begitu dahsyatnya tipu daya / makar mereka hingga Al Qur’an menggambarkannya bahwa tipu daya tersebut hampir melenyapkan gunung-gunung, Allah ta’ala berfirman :

وَقَدْ مَكَرُوا مَكْرَهُمْ وَعِنْدَ اللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِنْ كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ الْجِبَالُ

“Dan sungguh, mereka telah membuat tipu daya padahal Allah (mengetahui dan akan membalas) tipu daya mereka. Dan sesungguhnya tipu daya mereka tidak mampu melenyapkan gunung-gunung.” (QS. Ibrahim : 46)

Tipu daya dan makar yang dihembuskan orang-orang kafir tersebut dilakukan secara aktif dan terus menerus hingga hampir -hampir kebenaran tenggelam dan tertutupi dengan kedustaan mereka. Kondisi menjadi terbolak -balik, yang benar dituduh jahat, yang jahat seolah menjadi pahlawan. Orang yang memegang kuat prinsip aqidah islam dituduh radikal, intoleran, teroris, sedang pembunuh masal yang haus darah seperti Amerika dan kekuatan koalisi mereka dianggap rahmat bagi seluruh alam. Akan tipu daya ini, sudah Rasulullah saw kabarkan 14 abad yang lalu beliau bersabda ;

إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Penghianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para Ruwaibidhah mulai angkat bicara. Ada yang bertanya, ‘Siapa itu Ruwaibidhah?’ Beliau menjawab, ‘Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat).” (HR. Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir dalam ta’liqnya terhadap Musnad Ahmad menyatakan isnadnya hasan dan matannya shahih. Syaikh Al-Albani juga menshahihkannya dalam al-Shahihah no. 1887)

Tipu daya dan makar mereka hampir dimasukkan disetiap lini kehidupan, baik sosial, politik, pendidikan, ekonomi, dan lini kehidupan yang lain. Sungguh mereka bekerja keras untuk itu, benarlah apa yang Allah firmankan ;

إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا

“Sungguh, mereka (orang kafir) merencanakan tipu daya yang jahat.(QS. Ath thoriq :15)

Usaha keras mereka untuk menyesatkan dan merusak kaum mukminin, disebabkan karena kedengkian mereka yang membabi buta, mata mereka digelapkan oleh syaitan, Iblis menghiasai usaha mereka seolah perbuatan mereka adalah amal untuk memperbaiki kehidupan, mereka mengira bahwa dengan menjauhkan manusia dari Islam berarti mereka telah membebaskan manusia dengan sebebas-bebasnya, dan terbebas dari tirani.  Untuk membuktikan hal ini mari kita simak apa yang dikatakan George W Bush ;

“Kita dibawa, baik oleh peristiwa maupun sense bersama, menuju satu kesimpulan: kelangsungan kebebasan di tanah kita sangat bergantung pada suksesnya kebebasan di tempat lain. Harapan terbaik bagi terciptanya perdamaian di dunia ini adalah ekspansi kebebasan di seluruh dunia… Maka, sudah menjadi kebijakan AS untuk mencari dan mendukung pertumbuhan gerakan dan lembaga demokratis di setiap negara dan setiap budaya, dengan tujuan akhir adalah berakhirnya tirani di dunia ini.” (McFaul, Michael (2004). ‘Democracy Promotion as a World Value‘, the Washington Quarterly, winter 2004-05)

Artinya Bush ingin menyampaikan bahwa dengan memaksakan ideologi demokrasi kepada manusia, menjauhkan manusia dari ideologi islam, berarti telah membebaskan manusia dalam negara-negara tersebut dari tirani khilafah islam (baca : ajaran /ideologi islam) yang menurut mereka membelenggu.

Dan perang ideologi itu telah dimulai sejak dulu, tipu daya dilancarkan, demokrasi dibingkai dengan begitu indahnya, menjadi sebuah wujud pesan keselamatan, bukan hanya dengan wacana-wacana, jika perlu demokrasi harus dikawal dengan senjata, hasilnya banyak kaum muslimin tertipu, lebih suka dan bangga dengan sistem buatan kafir Yunani dari pada sistem kehidupan yang dibuat oleh Allah pencipta mereka yang dirisalahkan kepada Nabi yang mulia Muhammad saw.

Lihatlah seruan orang islam yang bangga dengan demokrasi, “suara rakyat adalah suara tuhan” padahal dalam demokrasi Allah telah dikebiri, buktinya hukum buatan Allah kalah dengan hukum buatan kumpulan manusia, Waiyyadzubillah. Umat islam hanya diberi ruang ibadah mahdhoh, namun mereka dibatasi dalam kepemimpinan. Gerakan kembali kepada syari’at islam kembali pada kepemimpinan islam mereka tuduh makar. Lagi -lagi umat ini tertipu dengan kebohongan mereka.

Sesungguhnya orang -orang kafir adalah musuh kaum kita, mereka suka jika kita keluar dari agama kita, mereka suka jika kita murtad meninggalkan Allah yang esa, dan seluruh tipu daya itu telah mereka rangkai dengan begitu manisnya, Allah berfirman :

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ

“Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka, setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapangdadalah, sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah : 109)

Dan firman-Nya :

بَلْ زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مَكْرُهُمْ وَصُدُّوا عَنِ السَّبِيلِ

“Sebenarnya bagi orang kafir, tipu daya mereka itu dijadikan terasa indah, dan mereka dihalangi dari jalan (yang benar). Dan barangsiapa disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun yang memberi petunjuk baginya.” (QS Ar Ra’d : 33)

Kaum muslimin, selalulah waspada pada diri ini, seharusnya kita senantiasa khawatir jika iman ini hilang dari hati tanpa kita sadari. Yang demikian itu bukan hanya kelalaian pribadi kita melainkan juga ada musuh yang dahsyat tipu dayanya. Oleh karenanya mari kita pahami islam dengan benar, lihatlah sejarah para pelaku keimanan, bereka bersabar serta melawan musuh-musuh mereka. Semoga Allah matikan kita dengan iman yang tetap menghujam dalam jiwa, Amiin.