Memandu dengan ilmu

Tolikara, di Sini Aku Berdoa

0

Alhamdulilah, puji syukur bagi Allah subhanahu wata’ala. Atas izin-Nya kembali MADINA mengadakan program SAHDAN –Semarak Dakwah Ramadhan Nusantara-. Program pengiriman dai ke berbagai pelosok negeri selama bulan Ramadhan 1438 H. Mohon maaf laporan dari para dai di tempat tugas baru dapat diunggah kali ini, karena ada kendala teknis.

Tolikara, Papua.

Tolikara menjadi terkenal sejak peristiwa pembakaran masjid oleh orang-orang nasrani menjelang sholat iedul fithri dua tahun lalu (17 Juli 2015). Tahun ini MADINA mengirimkan seorang dai –Ustadz Slamet Widodo asal Tawangmangu, Karanganyar, Jateng- ke Tolikara sebagai wujud tanggungjawab moral menyampaikan dakwah. Dakwah di Tolikari sangat besar tantangannya. Masjid yang dulu dibakar, kini sudah dibangun kembali dengan menelan dana lebih dari 2,5 milyar. Namun bentuk masjid itu sangat jauh dengan masjid-masjid di daerah lain (terutama Jawa), mungkin dikarenakan biaya bahan bangunan yang mahal. Konon harga semen satu sak saja mencapai Rp. 700.000,-. Untuk sekedar soto dan teh manis dai kita harus merogoh kantong Rp. 50.000,-

Masjid Tolikara

Ramadhan tahun ini nampaknya masih diantisipasi oleh aparat kemananan. Pelaksanaan sholat tarawih dijaga ketat TNI. Namun karena kondisi masih ‘panas’ ini, maka dakwah hanya dilakukan di masjid: shalat tarawih, pengajian, baca al-quran dsb. Masjidpun tidak boleh menggunakan pengeras luar, hanya pengeras dalam. Meskipun demikian tidak mengurangi semangat umat Islam untuk beribadah. Tidak kurang dari 200 jamaah memadati masjid kabupaten ini.Silaturahmi ke ust. Fadlan Garamatan sebelum berangkat tugas

Dai SAHDAN melaporkan tidak dapat melaksanakan silaturahmi sebagai salah satu tugas dai, karena kondisi yang tidak memungkinkan. Kegiatan lain yang dapat dilakukan dai adalah baksos dalam bentuk bekam kesehatan untuk warga sebagai bentuk pendekatan ke umat.

Sungguh sebuah dakwah dengan tantangan alam dan tantangan masyarakat yang sangat tinggi. Dakwah ditengah mayoritas nasrani dan kondisi masyarakat yang sangat jauh dari kata kemajuan. Di Kita doakan, semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan pahala yang besar kepada dai yang bertugas. Demikian pula merambah kepada para muhsinin yang telah membantu program ini dan segenap panitia penyelenggara. (ya)