Al Lu’lu’ wal Marjan; Kitab Hadits Muttafaqun ‘Alaih

0

Al Lu’lu’ wal Marjan; Kitab Hadits Muttafaqun ‘Alaih

Serial Syarh Kitab Al Lu’lu’ wal Marjan 01

Oleh: Ust. Zaid Royani, S.Pd.I

Kitab Al Lu’lu’ wal Marjan adalah kitab berisikan kumpulan hadits-hadits shahih tentang berbagai cabang ilmu syariat. Kitab yang berisikan 1906 matan hadits ini menghimpun hadits-hadits yang menempati klasifikasi hadits paling shahih. Karena para ulama ahli hadits membuat klasifikasi hadits shahih menjadi tujuh. Tingkat pertama ialah yang keshahihannya disepakati oleh Bukhari dan Muslim.

Rinciannya ialah pertama, shahih muttafaq ‘alaihi disepakati oleh Bukhari dan Muslim. Kedua, shahih hanya diriwayatkan oleh Bukhari. Ketiga, shahih hanya diriwayatkan oleh Muslim. Keempat, shahih menurut syarat yang ditentukan oleh Bukhari dan Muslim, tetapi keduanya tidak meriwayatkan hadits itu. Kelima, shahih hanya menurut syarat Bukhari, tetapi ia tidak meriwayatkannya, Keenam, shahih hanya menurut syarat Muslim, tetapi ia tidak meriwayatkannya. Ketujuh, shahih menurut riwayat lain-lainnya, tidak menurut syarat keduanya. (Ibnu Shalah Asy-Syahruzi, Muqaddimah Ibnu Shalah)

Jika dilihat dari sisi syarat keshahihan, maka kitab shahih Bukhari lah yang paling shahih setelah Al Qur’an, namun jika dilihat dari segi klasifikasi keshahihkan maka kitab Al Lu’lu’ wal Marjan adalah yang paling shahih karena telah disepakati oleh dua imam yaitu Bukhari dan Muslim. Meskipun sifatnya mengumpulkan apa yang ada dalam kitab shahihain.

Karenanya derajat keshahihan hadits dalam kitab ini paling tinggi, banyak di antara ulama yang memuji kehadiran kitab ini. Diantaranya adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Washshabi, beliau berkata: “Kitab Al Lu’lu’ wal Marjan, karya Muhammad Fu’ad Abdul Baqi adalah sebuah kitab yang sangat bagus dan bermanfaat. Para mahasiswa saling berlomba-lomba untuk menghafal dan mengkajinya mempermudah para peneliti dan muhaqqiq dalam mengetahui hadits-hadits yang disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim. Dan kesempurnaan hanya milik Allah semata.”

Hal yang menjadikan kitab ini bernilai bukan hanya pada materinya saja, melainkan juga pada dalil yang dijadikan sebagai landasan dalam setiap materi yang ada. Yaitu menggunakan hadits yang derajat keshahihanya paling tinggi. Maka inilah arti dibalik judul kitab ini yakni Al Lu’lu’ wal Marjan (Mutiara dan Marjan). Mutiara menunjukkan arti kemurnian dan tingginya nilai.

Keistimewaan Penulis Kitab

Di balik karya yang hebat pasti ada orang hebat. Begitupula kitab ini, dibalik karya monumental  ini terdapat Syaikh Muhammad Fuad Abdul Baqi sebagai penulisnya. Beliau berhasil menyusun hadits hadits yang telah disepakati keshahihannya oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Syaikh Muhammad Fuad Abdul Baqi dikenal sebagai muhaddits (ahli hadits) sekaligus muhaqqiq (peneliti hadits). Keahlian ulama kelahiran Mesir ini dalam bidang hadits bisa dibuktikan dengan banyaknya karya karya beliau seperti Mu’jam Mufahras li Alfazhil Hadits Nabawi, Miftah Kunuz as-Sunnah, Jami’ Al Masanid. Dalam bidang Al Qur’an beliau pun menulis Al Mu’jam Al Mufahras Li Alfazhil Qur’anil Karim.

Muhammad Hamid Muhammad pernah menulis biografi beliau secara khusus dalam buku yang berjudul Syaikhul Muhaqqiqin Muhammad Fuad Abdul Baqi. Dalam buku tersebut penulis menyebutkan perjalan hidup beliau, metode yang digunakan dalam penelitian hadits, serta kesungguhan beliau dalam khidmah kepada Sunnah.  

Beliau telah meninggalkan berbagai karya yang sangat berharga dan bermanfaat yang faidahnya tidak hanya dirasakan oleh para penuntut ilmu saja, para ulama sepeninggal beliau pun merasakan manfaatnya.

Mempelajari Al Lu’lu wal Marjan

Setidaknya ada dua alasan penting untuk mempelajari dan mengajarkan kitab ini, yaitu:

Pertama, kitab hadits paling shahih

Sebagaimana yang kami sebutkan diawal bahwa dilihat dari sigi klasifikasi tingkat keshahihan hadits, maka kitab Al Lu’lu’ wal Marjan menjadi kitab hadits paling shahih. Karena hadits hadits di dalamnya memuat hadits yang disepakati keshahihannya oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Dengan itu, jika kaum muslimin ingin mencari dalil suatu masalah dari hadits yang keshahihannya yang disekapati oleh Imam Bukhari dan Muslim maka tidak perlu membuka dan meneliti shahih Bukhari dan Muslim, cukup merujuk kitab ini maka ia bisa mendapatkannya, dengan itu ia mendapat kemudahan.

Kedua, kitab yang komprehensif

Kitab ini tidak khusus mengumpulkan hadits pada masalah tertentu misal aqidah saja, fikih saja, adab saja. Namun kitab ini mengumpulkan hadits hadits dari berbagai permasalahan agama, mulai dari masalah aqidah, ibadah, muammalah, jinayah dan lainnya. Sehingga seorang muslim bisa menemui dalil dari berbagai masalah agama dalam kitab ini.

Syaikh Musthafa Al Adawi ketika ditanya manakah yang lebih utama bagi penuntut ilmu untuk dipelajari lebih dahulu apakah kitab riyadhus shalihin atau al lu’lu wal marjan? Maka beliau menjawab, “Jika dilihat dari susunan tema, maka kitab al lu’lu wal marjan lah yang lebih utama.”

Motode Syarh Kitab

Jika para da’i, pengajar ingin mengajarkan kitab ini kepada muridnya maka bisa menggunakan metode penjelasan kitab ini dengan mulai menjelaskan biografi sahabat yang meriwayatkan hadits ini. Selanjutnya menjelaskan makna hadits sesuai dengan tinkatan audien, penjelasan kepada masyarakat awam tentunya berbeda dengan penjelasan kepada thalabul ‘ilmi tingkat tinggi.

Selanjutnya penjelasan hadits akan lebih mudah dicerna jika menjelaskan poin poin penting yang ada dalam hadits tersebut. Berhubung kitab ini hanya memuat matan hadits saja tanpa penjelasan, maka referensi untuk menjelaskan kitab ini bisa merujuk kepada kitab-kitab syarh shahih bukhari, shahih muslim dan lainnya.

Demikianlah sekelumit pendahuluan dari pembahasan kitab Al Lu’lu wal Marjan. Wallahu a’lam.