Bagaimana Menyambut Ramadhan

0

Bagaimana Menyambut Ramadhan

Pertanyaan :

Assalaamu’alaikum ‘afwan, Ramadhan sebentar lagi akan tiba, persiapan apa saja yang harus dilakukan dalam menyambut kedatangannya Ramadhan?

Jawaban :

Bulan Ramadhan merupakan moment yang sangat penting bagi kehidupan ibadah seorang hamba. Bagi yang mampu memaksimalkan moment itu dengan baik, maka akan menjadi orang beruntung. Namun bagi yang gagal memaksimalkan moment tersebut maka akan menjadi orang yang merugi.

Agar tidak menjadi orang yang merugi dalam bulan Ramadhan, setidaknya ada beberapa hal yang dapat dilakukan seorang muslim, yaitu:
1. Bertaubat. Sebelum memasuki bulan Ramadhan hendaknya seseorang memperbanyak istighfar dan taubat. Sebab jika seorang muslim masuk bulan Ramadhan dalam keadaan memikul beban dosa maka dikhawatirkan ia akan sulit melaksanakan berbagai macam amal ketaatan.

Oleh karenanya para ulama mengatakan, “Aku melihat bahwa dosa dan kemaksiatan menghalangiku dari amal ketaatan.”

2. Memperdalam Ilmu. Hendaknya seorang muslim memperdalam ilmu agama ketika hendak menyambut bulan Ramadhan. Terutama ilmu tentang hukum-hukum seputar ibadah puasa Ramadhan. Amalan apa saja yang utama dikerjakan ketika siang hari Ramadhan, atau amalan apa saja yang utama dikerjakan pada malam hari bulan Ramadhan. Apa saja yang dilarang dalam bulan Ramadhan, dan masih banyak lagi ilmu-ilmu yang harus digali.

Sehingga sangat berbeda kualitas ibadah orang yang berilmu dengan yang tidak berilmu.
Allah ta’ala berfirman:

“Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS Az Zumar: 9)

3. Persiapan fisik. Hal yang tidak kalah penting juga dalam menyambut bulan Ramadhan adalah persiapan fisik. Karena ibadah ini memerlukan kondisi fisik yang baik maka hendaknya seorang muslim mempersiapkan fisiknya agar bisa sehat di saat berpuasa, sehingga mampu beribadah dengan semaksimal mungkin.

Inilah sebab mengapa Allah lebih mencintai orang mukmin yang kuat daripada mukmin yang lemah. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah.” (HR. Muslim)

wallahu a’lam bis shawab.