Embun Ramadhan di kota Ambon

0

Ramadhan bukan sekedar satu bulan di antara bulan-bulan Hijriyah. Lebih dari itu, Ramadhan adalah musim kebaikan dan ketaatan. Gegap gempita seluruh muslim di penjuru dunia menyambutnya dengan suka cita. Kehadiran Ramadhan mengubah iklim keberagamaan di masyarakat muslim menjadi lebih religius. Layaknya embun di pagi hari yang merupakan proses berubahnya gas menjadi uap air. Dalam agama Islam, embun itu termasuk air yang suci dan menyucikan. Seperti itu pula Ramadhan, bulan suci yang menyucikan.

Iklim Ramadhan yang penuh dengan kebaikan itu kami rasakan betul di Ambon. Setiap shalat fadhu, masjid di padati dengan jama’ah shalat. Baik tua, muda, maupun anak-anak berduyun-duyun menyambut seruan adzan. Tidak hanya itu, masyarakat Ambon juga cukup antusias dalam belajar Islam.

Nama Ambon sendiri, menurut keterangan penduduk setempat, berasal dari kata ombong yang merupakan bentukan lokal dari kata embun. Karena puncak-puncak gunung di Pulau Ambon memang sering tertutupi oleh embun yang tebal. Belum genap satu pekan kami berada di kota Ambon, namun begitu banyak kesan baik yang kami rasakan. Keramahan masyarakat terhadap kami dan antusiasme dalam menyemarakkan dakwah adalah yang paling berkesan.

Hari Jum’at 4 Ramadhan 1442 H kami berkesempatan untuk mengunjungi PPTQ Durrun Naafis yang ternyata lokasinya cukup terisolir dari pemukiman. Pesantren itu sangat sederhana namun berwibawa. Di sana kami melakukan kegiatan buka bersama dengan para santri dan para ustadz. Di awali dengan kajian singkat sebelum berbuka dan ditutup dengan shalat maghrib berjamah.
Ada satu kejadian yang membuat kami pribadi takjub pada pendidikan di sana. Ketika sedang mengantre untuk berwudhu, tiba-tiba ada seorang santri yang kira-kira masih seumuran anak kelas SD menunjukkan tempat lain untuk berwudhu. Ia mengantarkan kami ke sana dan menyalakan kran airnya lalu mempersilahkan kami untuk berwudhu terlebih dahulu. Bagi kami pribadi akhlak yang ditunjukkan santri tersebut sangat luar biasa dan mengesankan. Mereka para santri tidak hanya diajari untuk menghafal ilmu, tapi juga diajari berakhlak mulia.

Masih panjang perjalanan kami dalam berdakwah di kota Ambon. Semoga Allah memberikan keistiqamahan kepada kita semua dalam menjalani ibadah di bulan mulia ini.

Ust. Adib Fattah Dai Sahdan bertugas di Ambon, Maluku Tengah