Kaderisasi Generasi Amanah

0

Kaderisasi Generasi Amanah
Oleh: Ust. Arif Abu Muhammad, Lc

Islam sebagai agama yang telah Allah Ridhai tidak hanya membicarakan perkara i’tiqadiyah (keyakinan), ‘amaliyah (perbuatan), ‘ubudiyah (ibadah) dan muamalah saja, tetapi juga merupakan way of life yang menyelamatkan dan memuliakan setiap orang yang berpegang teguh dengannya. Umar bin khathab menegaskan: “Kami adalah kaum yang Allah memuliakan dengan Islam, barangsiapa mencari kemulian dari selainnya, maka Allah akan menghinakannya”.

Ruang lingkup Islam yang sangat luas, holistik (syumul) menyentuh seluruh sendi kehidupan manusia menjadi bukti bahwa Allah ﷻ tidaklah membiarkan mereka tanpa adanya bimbingan atau petunjuk-Nya. Adapun membatasi Islam hanya pada tempat-tempat tertentu seperti masjid, pesantren dan majelis taklim atau membatasi implementasinya hingga pagar/dinding masjid saja merupakan ide dan makarnya orang sekuler dan Islamofobia.

Sikap dan sifat amanah misalnya, berpuluh-puluh abad yang lalu Islam telah mengajarkannya, memerintahkannya dan melarang sikap dan sifat khianat. Melalui madrasah Rasulullah -ﷻ – lahirlah generasi amanah terbaik sepanjang masanya, yaitu para sahabat. Mereka tidaklah membaca dan menerima Al-Qur’an melainkan untuk mengimplementasikan, mengaktualisasikannya, menjalankan hukumnya serta bersegera melepaskan ‘baju-baju’ kejahiliyahan setelah menerima petunjuk dari Allah -ﷻ-.

Di tengah berbagai problematika umat yang sangat komplek dan rumit, maka kembali kepada nilai-nilai Islam, perilaku Islam, jiwa kepribadian Islam dan tasawur Islam menjadi sebuah keniscayaan, diantaranya sikap dan sifat amanah. Imam Malik –rahimahullah- memaparkan :

لَنْيَصْلُحَ آخِرُ هَذِهِ اْلأمَّةِ إِلا بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلُهَا

“umat akhir ini tidaklah akan menjadi baik melainkan dengan berpegang teguh dengan apa yang awal umat ini telah menjadi baik”.

Pengertian Amanah

Amanah menurut bahasa berarti aman/tidak takut. Dikatakan ‘aman’ disebabkan orang yang menitipkan merasa aman kepada orang yang amanah. Amanah sendiri lawan dari khianat. Sedangkan menurut Istilah, Amanah berarti segala yang dibebankan oleh Allah ﷻ kepada manusia seperti kewajiban-kewajiban dalam agama ataupun dari manusia berupa titipan.

Sayyid Sabiq menuturkan dalam Islamuna: “Amanah ialah setiap yang wajib dipelihara dan ditunaikan kepada orang yang berhak menerimanya.Amanah memiliki makna yang sangat luas dan mencakup segala hubungan. Konsisten di dalam keimanan dan merawayatnya dengan segala faktor pengembangnya adalah amanah. Memurnikan ibadah kepada hanya untuk Allah ta’ala juga merupakan amanah. Bermuamalah (berinteraksi) secara baik dengan perorangan maupun kelompok juga amanah; dan memberikan hak kepada pemiliknya juga dikatakan amanah.”

Allah ta’ala berfirman :

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

“Sesungguhnya Allah ta’ala menyuruh kalian menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kalian) jika menetapkan hukum di antara manusia supaya kalian menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah ta’ala memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kalian. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa’: 58).

Kaderisasi generasi amanah haruslah dilakukan oleh setiap muslim baik kepada diri sendiri atau kepada orang yang menjadi tanggungannya, dilaksanakan sedini mungkin serta sebaik mungkin. Seorang ayah/ibu misalnya setelah mendapatkan keturunan (anak), maka Ia memiliki kewajiban untuk menjaga fithrah (kemurniaan Islam dan tauhid) anaknya sebelum amanah-amanah yang lain. Disebutkan dalam fi zhilal Al-Qur’an bahwa diantara amanat yang wajib ditunaikan adalah amanah Al-Hidayah Wa Al-Ma’rifah Wa Al-Iman Billah (merawat dan mempertahankan hidayah dari Allah -ﷻ-, ma’rifah dan iman kepada-Nya). Dan ini merupakan amanah yang paling tinggi.Rasulullah -ﷺ-  bersabda:

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap anak yang dilahirkan itu dalam keadaan fitrah; bapak dan ibunyalah yang menjadikan ia yahudi, nasrani, atau majusi.” (HR. Bukhari).

Selanjutnya, kaderisasi generasi amanah wajib dilakukan oleh setiap muslim dengan menjaga kemurnian dan kosistensi tauhidnya, melalui pembuktian totalitas Ibadah kepada Allah (amanah Al-syahadah bi hadza Al-Din) serta selalu melazimi perkataan dan perbuatan yang diridhai Allah, baik yang tersembunyi ataupun yang tampak.

Sehingga generasi amanah tumbuh dan muncul menjadi ‘tarjamah yang berjalan’ dari Al-Qur’an yang memiliki ketinggian akhlak serta memberikan pengaruh positif kepada lingkungan sekitar, sehingga merekapun ikut mendapatkan barakah, kebaikan serta tergerak untuk melakukan hal yang serupa.

Menjaga Ibadah itu sendiri merupakan amanah yang wajib ditunaikan Allah ta’ala berfirman: “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (Al-Dzariyat : 56).

Rasulullah menyebutkan :“tujuh golongan yang mendapatkan naungan Allah ta’ala pada hari kiamat: “…seorang pemuda yang tumbuh, konsisten beribadah kepada Allah dan seorang yang hatinya terikat dengan masjid (dengan melazimi shalat jama’ah)…” (H.R Bukhari No. 660)

(Da’i MADINA Cabang Banyumas Raya)