Masbuq Shalat Jenazah

0

Pertanyaan

Ustadz, setelah selesai mengerjakan shalat zhuhur berjama’ah, imam shalat mengajak jamaah untuk menyalati jenazah setelah mempersilahkan orang-orang yang mengangkat jenazah untuk memasukkannya ke masjid. Orang-orang maju dan merapikan shaf untuk shalat jenazah, sementara saya menyempurnakan shalat. Pada saat itu saya masbuq. Ketika saya salam, saya mendapati imam sudah bertakbir 3 kali. Bagaimana cara mengerjakan shalat jenazah bagi yang masbuq seperti saya?

Fakhrudin – Solo

Jawaban

Kebanyakan ahli fikih menganjurkan untuk mengikuti shalat jenazah bagi yang masbuq. Ibnu Qudamah berkata, “Bagi yang masbuq dalam shalat jenazah disunnahkan menyempurnakan kekurangannya. Ini adalah pendapat Sa’id bin Musayyib, ‘Atha`, Ibrahim an-Nakha’i, az-Zuhri, Muhammad bin Sirin, Qatadah, Imam Malik, Sufyan ats-Tsauri, Imam asy-Syaf’i, Ishaq bin Ruhawaih, dan kebanyakan ahlu fikih madzhab Hanafi.”

Dasar pijakan mereka adalah hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam,

فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُوْا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوْا

“Bagian yang kalian dapati, kerjakanlah; bagian yang ketinggalan, sempurnakanlah!” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu juga qiyas kepada berbagai ibadah yang lain.

Cara menyempurnakannya adalah masuk ke dalam shalat dengan takbiratul ihram, lalu mengikuti apa yang dilakukan atau dilakukan imam. Setelah imam salam barulah ia menyempurnakan kekurangannya. Sebagai ilustrasi, jika ia tertinggal 3 takbir, setelah imam salam, hendaklah ia bertakbir, lalu membaca al-fatihah, lalu bertakbir dan membaca shalawat atas Nabi, lalu bertakbir dan berdoa, lalu salam.

Jika ia salam tanpa menyempurnakan kekurangannya, menurut Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan Imam Syafi’i, shalatnya tidak sah. Sedangkan menurut al-Khiraqiy – salah seorang ahli fikih madzhab Hambali, shalatnya tetap sah. Alasannya takbir dalam shalat jenazah berkedudukan seperti takbir dalam shalat ‘id yang berangsiapa tidak mendapatinya, tidak perlu mengqadha’-nya. Wallahu a’lam.

Sumber: majalah arrisalah edisi 06 hal. 38