Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an di Gunung Kidul

0

Ramadhon 1442 H, Madina mengirim Dai ke berbagai wilayah di nusantara. Salah satunya di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berbagai program dakwah pun diadakan diantaranya adalah program pembebasan buta huruf Al-Qur’an. Mengacu data dari Kementrian Agama bahwa di 65 persen umat Islam di Indonesia masih buta aksara Al-Qur’an. Tentu hal ini fakta menyedihkan bagi Ummat Islam di Indonesia.

Tepatnya di Masjid Al-Mu’min Surobayan, Sumberejo, Semin, Kabupaten Gunung Kidul, program pembebasan buta huruf Al-Qur’an diadakan dengan menggunakan metode tsaqifa. Dimulai selepas kultum shubuh hingga jam 06.00, karena kebanyakan masyarakat memiliki kegiatan bertani sebagai mata pencarian.

Dan ternyata banyak masyarakat yang belum bisa membaca Al-Qur’an, Masyarakat pun antusias dan ingin belajar Al-Qur’an terutama ibu-ibu, mereka sangat semangat dan antusias dalam belajar.

” Iya mas, dari dulu kami ingin ada yang mengajar dengan metode yang benar. Mudah-mudahan dengan adanya program ini bisa membuat perubahan bagi masyarakat dalam membaca Al-Qur’an”, ujar salah satu Ibu yang mengikuti program pembebasan buta huruf Al-Qur’an.

Harapannya dengan pengiriman Dai Sahdan ini masyarakat bisa terbebaskan dari buta huruf Al-Quran. Sehingga menjadi masyarakat yang cinta dengan kitab suci yang menjadi cahaya petunjuk dalah kehidupan ini.