Takwa; Syarat Menuju Negeri Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafurun | Khutbah Idul Fitri 1441 H

0

Takwa; Syarat Menuju Negeri Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafurun

(Khutbah Idul Fitri 1441 H / 2020 M)

Oleh: Zaid Royani,S.Pd.I


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اللهُ أَكْبَرُ ، اللهُ أَكْبَرُ ، اللهُ أَكْبَرُ ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ، اللهُ أَكْبَرُ ، اللهُ أَكْبَرُ وللهِ الحَمْدُ …

إن الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن والاه. أما بعد :

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd

Pada hari yang mulia ini, marilah kita menyempurnakan rasa syukur kita kepada Allah atas limpahan nikmat-Nya yang tak terhingga. Tidak ada perkara yang bisa mengekspresikan rasa syukur kita secara sempurna daripada pengakuan oleh hati bahwa setiap nikmat yang kita peroleh mulai dari detak jantung kita, hembusan nafas kita hingga pakaian iman adalah semata-mata dari Allah.

Begitupula lisan kita mengeskpresikannya dengan membasahi lisan kita dengan tahmid, tahlil, dan takbir. Walitukabbirullaha ‘ala maahadakum wala’allakum tasykurun.

Serta anggota badan kita mengeskpresikannya dengan senantiasa taat dalam menjalankan ibadah baik shalat, shiyam, dan lainnya.

Meksi shiyam ramadhan tahun ini ada beberapa perbedaan dengan ramadhan-ramadhan sebelumnya. Dimana pada tahun ini kita terhalang untuk melakukan beberapa amalan-amalan sunnah. Seperti shalat tarawih berjamaah di masjid, bermajelis ilmu bersama, I’tikaf, dan kegiatan lainnya.

Namun hal ini bukan menjadi untuk tidak bersyukur kepada Allah pada hari yang mulia ini. Karena kita tetap masih bisa melakukan ibadah sesuai dengan kondisi yang ada. Sehingga tidak ada yang terkurangi dari ibadah ini, kecuali siapa yang tidak memaksimalkan ibadahnya di bulan ramadhan.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd

Tujuan daripada ibadah shiyam ramadhan adalah agar menjadikan kita sebagai pribadi yang bertakwa. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Apa manfaat menjadi pribadi bertakwa dalam kehidupan dunia khususnya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara?

Pertanyaan ini sangat penting untuk kita jawab dan renungkan bersama. Karena hari ini setiap kita memiliki tanggungjawab dalam memperbaiki negeri kita yang tercinta. Tanggungjawab untuk menjaga dan memperbaiki negeri ini bukan hanya ada pada pundak pejabat, pengelola negeri ini saja.

Terlebih hari ini negeri kita dan negeri lainnya sedang tertimpa satu musibah berupa pandemi covid-19, hal ini menyebabkan terganggunya sistem kehidupan, ekonomi rusak, pendidikan terkendala dan dampak lainnya.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd

Sungguh terdapat hubungan yang sangat kuat antara ketakwaan penduduk suatu negeri dengan keberlangsungan hidup negeri tersebut.

Allah mengisahkan tentang kehidupan di negeri Saba’ yang disifati dengan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafurun (negeri yang baik dan mendapat ampunan Allah).

Allah Ta’ala berfirman:

لَقَدۡ كَانَ لِسَبَإٖ فِي مَسۡكَنِهِمۡ ءَايَةٞۖ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٖ وَشِمَالٖۖ كُلُواْ مِن رِّزۡقِ رَبِّكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لَهُۥۚ بَلۡدَةٞ طَيِّبَةٞ وَرَبٌّ غَفُورٞ

“Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (QS. Saba’: 15)

Negeri Saba’ adalah negeri yang aman dan nyaman. Subur dan makmur. Bahkan sampai diriwayatkan bahwa tidak ada nyamuk, serangga di negeri tersebut. Jika gangguan yang kecil saja tidak ada maka gangguan yang besar pasti tidak ada. Namun pada ayat selanjutnya Allah menjelaskan karena mereka tidak mau bersyukur atas nikmat Allah tersebut maka Allah tarik kembali nikmat yang ada pada mereka dan diubah menjadi petaka.

Syukur nikmat bagian dari ketakwaan, jika hal tersebut tidak diindahkan maka nikmat bisa lenyap berubah menjadi petaka.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd

Apa syarat yang harus dilakukan penduduk suatu negeri agar keberkahan dari Allah turun kepada mereka? Allah telah menjelaskan syarat tersebut dalam Al Qur’an:

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 96)

Para ulama menyebutkan jika kata takwa dan amal bertemu dalam satu kalimat, maka amal adalah mengerjakan ketaatan sedangkan takwa meninggalkan kemaksiatan. Sementara itu, jika takwa disebutkan sendiri -tanpa disertai amal, takwa berarti mengerjakan ketaatan sekaligus meninggalkan kemaksiatan.

Dalam ayat ini Allah menjelaskan dua syarat keberkahan suatu negeri. Pertama, beriman. Dalam arti mengerjakan perintah-perintah Allah. Kedua, bertakwa. Dalam arti menjauhi larangan-larangannya. Hal ini menjadi dua syarat utama suatu negeri menuju kemakmuran dan keberkahannya.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd

Dua syarat inilah yang harus bersama-sama kita laksanakan dan sekaligus menjadi bahan evaluasi terkhusus pada negeri kita, sejak awal tahun negeri ini mendapat musibah yang bertubi-tubi. Mulai dari banjir di awal tahun, hingga disusul menyebarnya wabah virus yang hingga detik ini belum pasti kapan akan berakhir.

Kita harus evaluasi iman kita kepada Allah, adakah iman kita yang tercampuri noda kesyirikan? Zaman dimana kebanyakan manusia telah banyak menggadaikan imannya demi mendapatkan sekeping kenikmatan dunia.

Bagaimana dengan shalat kita? Hari dimana manusia tidak lagi perhatian terhadap ibadah ini. Banyak yang meremehkannya. Padahal ibadah ini menjadi acuan bagi jenis ibadah lainnya. Jika shalatnya baik niscaya puasa, sillaturrahminya pun akan baik.

Bagaimana dengan ibadah mempelajari ilmu agama kita? Kita sering mengabaikan ibadah ini. Padahal ilmu adalah sumber kebaikan hamba. Dengannya seorang hamba kewajibannya kepada Allah dan sesama manusia.

Bagaimana dengan ibadah infak, sedekah dan zakat kita? Ibadah ini menjadi sumber utama kemakmuran suatu bangsa, hiangnya kemiskinan, meratanya keadilan.

Belum lagi pelanggaran-pelanggaran syariat yang sering kita lakukan. Perintah Allah yang kita abaikan. Sehingga menjadi petaka bagi kita semua sebagaimana yang dialami oleh penduduk negeri Saba’.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd

Maka sebagai kesimpulan, membawa negeri ini menuju negeri yang diberkahi Allah, menjadi baldatun thayyibatun warabbun ghafurun adalah tanggungjawab kita bersama. Jangan kita sampai bersikap egois dan tidak peduli dengan menganggap pekerjaan ini hanya dilakukan oleh para pengelola negeri ini.

Maka kita harus saling tolong-menolong, membangun kesadaran, kekuatan dan keharmonisan, karena mustahil hal ini terwujud jika kita masih saling menyalahkan satu sama lain, melempar tanggungjawab.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita kepada jalan yang benar, diberi taufik untuk senantiasa taat kepada-Nya.

Doa penutup


اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ ، وَمِنَ اليَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا ، وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا ، وَاجْعَلْهُ الوَارِثَ مِنَّا ، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا ، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا ، وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا ، وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا ، وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا ، وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالفَحْشَاءَ وَالشَّدَائِدَ وَالفِتَنَ وَالمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ يَارَبَّ العَالَمِيْنَ

اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا و أصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا و أصلح لنا أخرتنا التي فيها معادنا واجعل الحياة زيادةً لنا في كل خير واجعل الموت راحة لنا من كل شر

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ .وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ .وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ