Toddopoli Uebangke, Tertinggal Peradaban Namun Tak Jauh Dari Keimanan

0

Ramadhan 14, Senin 26 April 2021, Setelah 5 desa dataran rendah Kecamatan Soyo Jaya terlewati, Sahdan melanjutkan langkah kaki menuju desa-desa di dataran tinggi Soyo Jaya, yakni Desa Malino, Malino Jaya, Bau, Panca Makmur dan Toddopoli Uebangke.

Dan Desa Toddopoli Uebangke menjadi tujuan. Desa terjauh dengan jarak tempuh 2,5 jam dengan jalan tanah berlobang, dan hanya mobil dengan ban tinggi yang mudah melalui.

Desa dengan jumlah warga terbanyak ke-3 setelah Desa Panca Makmur dan Bau tersebut dihuni sebanyak 306 KK suku bugis dengan mayoritas mata pencaharian sebagai petani coklat, nilam, dan padi, sehingga banyak menjadikan rumah-rumah mereka berada di area perkebunannya. Jauh antara satu dengan yang lainnya.

Salah satu desa bagian dari pemekaran Kabupaten Morowali Utara yang terhitung paling tertinggal. Jangankan sinyal, listrik pun belum masuk di desa tersebut. Sehingga banyak di antara mereka menerangi malam dengan aki atau genset bagi yang mampu, atau hanya lilin penerang malam mereka. Bahkan tak sedikit yang gelap malam sebagai teman tidur setelah lelah bekerja di siang harinya.

Masjid tempat mereka beribadah, Masjid Al-Ikhlas pun jauh dari pemukiman, yang merupakan 1 dari 4 Masjid yang paling ramai di desa tersebut. Nampak sederhana dengan konstruksi kayu yang sudah termakan usia, yang mungkin sangat tak layak bagi sebagian orang.

Namun inilah masjid mereka, tak menyurutkan untuk datang memakmurkan, apalagi di momentum bulan Ramadhan. Dan di masjid ini Sahdan menyemarakkan Ramadhan bersama para jamaah.

Ust. Abdul Mujib – Dai Sahdan Morowali Utara